SD ISLAM BAKTI IBU itu lah nama sd ku dulu. ya sekolah swasta islam. sekolah ini bisa di bilang kecil, tapi jangan salah sekolah sekecil itu mempunyai guru-guru yang hebat dalam mengajar. sewaktu sd pelajaran yang paling aku suka itu pelajaran agama dan olah raga. yang ngajar pelajaran agama itu namanya pak Ali, pak Ali sering berbagi cerita tentang kisah-kisah Nabi zaman dahulu. pokoknya kalau pak Ali masuk kelas ku, langsung deh aku semangatnya keluar. pak Ali itu tipe guru yang baik dan lucu. pak Ali sering bercanda dengan murid-muridnya sendiri, pokoknya pak Ali itu orangnya seru. nah..sedangkan yang ngajar pelajaran olah raga itu namanya pak Roy. walaupun kadang-kadang pak Roy itu orangnya galak, tapi pak Roy juga tipe guru yang baik sekaligus lucu. di pelajaran olah raga pak Roy sering mengajarkan kami bebagai macam games. game yang paling aku suka tentunya basketball.
selain pak Ali dan pak Roy masi banyak guru-guru atau anggota-anggota di BAKTI IBU. tapi aku hanya ingat beberapa orang saja, seperti bu Mona, bu Aan, bu Eni, om Irfan, bu Dede, bu Khol, bu Sajhrim, selebihnya aku gak ingat lagi, maklum uda lebih dari 3 tahun aku gak main-main ke Jakarta lagi.
selain guru-guru di BAKTI IBU, juga pastinya ada teman yang baik. sewaktu aku kelas 6, kelas ku hanya berisi 12 orang mereka terdiri dari aku, Icha, Devina, Inge, Belinda, Bianda, Aisya, Santi, Baron, Nandhi, Iman, dan Pulung. aku senang berada di kelas ini, teman-teman ku baik. mereka selalu care antar sesama, kompak, dan jahil. Icha teman ku di sd adalah cewek satu-satunya yang paling jahil, kalau di ingat-ingat jadi kangen sama mereka. tapi selain ke-12 orang ini ada teman-teman lain yang aku kenal seperti Rizal dan Doni (merekalah yang masi ku ingat).
PERPISAHAN KELAS 6
perlu di ingat moment ini yang membuat aku nangis sepuas-puasnya. perpisahan kelas 6 ini selalu di adakan BAKTI IBU setiap tahun untuk melepas murid-muridnya yang lulus dari kelas 6. ketika perpisahan kelas 6 kami, BAKTI IBU mengadakannya di PUNCAK selama 3 hari. hari pertama kelas 6 kami membuat ulah dengan cara memakai telefon hotel untuk ngisengin kamar-kamar hotel yang lain. ketika telfon itu tersambung ke kamar cowok sekelas kami, Icha yang selalu punya akal untuk iseng mulai beraksi. cowok-cowok di sebrang telfon itu mulai tertawa-tawa karna mereka melakukan sesuatu yang aneh. teman-teman cewek ku penasaran dengan teman-teman cowok, sebenarnya sedang apakah mereka? begitu lah pikiran teman-teman cewek ku. kemudian Icha si tukang usil mulai beraksi, Icha dan di bantu teman-teman cewek yang lain mereka mulai mengetuk-ngetuk pintu kamar orang lain dan bersembunyi. alhasil orang yang punya kamar keluar dengan terheran-heran, siapa sih ganggu aja! mungkin itu pikiran mereka. setelah orang yang punya kamar itu keluar, aku dan teman-teman tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut.
hari kedua, guru-guru mempersiapkan acara spesial yaitu JURIT MALAM. mendengar guru-guru akan mengadakan acara itu, aku semakin semangat. kata mereka JURIT MALAM itu asik baget, antara serem, takut dan seru jadi satu. wahh..aku uda gak sabar menunggunya. ketika subuh-subuh banget sekitar jam 3 pagi seluruh murid di bangunkan. akhirnya JURIT MALAM pun di mulai. guru-guru memimpin setiap kelas, kami menelusuri jalan yang benar-benar gelap banget! setiap barisan selalu bikin ribut karna mereka ketakutan atau gak bisa melihat jalan, termasuk kelas kami yang cewek. di sela-sela perjalanan itu terkadang guru-guru mulai menakut-nakuti muridnya. terkadang juga aku suka kaget melihat guru-guru ku itu, mereka benar-benar mirip hantu. hiiiiiiii.... takut!
hari ketiga adalah acara puncak. acara ini di isi oleh adik-adik kelas kami. saat tampil mereka lucu banget, apalagi yang masi TK banyak salahnya. hhe. acara paling puncak adalah semua murid kelas 6 akan naik ke atas panggung dan menyanyikan beberapa lagu perpisahan. ketika kami menyanyikan lagu guru dan bernada melow, serentak semua murid kelas 6 langsung bercucuran air mata. karna gak sanggup menahan, kami semua menangis tersedu-sedu beriringan dengan penonton dan guru. karna menangis kami gak bisa menyanyi lagi, akhirnya beberapa guru harus meneruskan nyanyian itu. setelah lagu itu kami nyanyikan, sekarang gilirannya bersalam-salaman dengan semua guru termasuk kepala sekolah. setiap murid kelas 6 mendapatkan buku kenangan-kenangan.
karna papaku di pindahkan tugas di Medan, aku harus pindah sekolah ke Medan juga. sepeninggalnya aku dari Jakarta dan memasuki rumah baru di Medan aku semakin sedih karna gak bisa bertemu dengan teman-teman ku di Jakarta lagi. dan aku hanya berharap akan mendapatkan teman yang lebih baik dari sebelumnya.
selain pak Ali dan pak Roy masi banyak guru-guru atau anggota-anggota di BAKTI IBU. tapi aku hanya ingat beberapa orang saja, seperti bu Mona, bu Aan, bu Eni, om Irfan, bu Dede, bu Khol, bu Sajhrim, selebihnya aku gak ingat lagi, maklum uda lebih dari 3 tahun aku gak main-main ke Jakarta lagi.
selain guru-guru di BAKTI IBU, juga pastinya ada teman yang baik. sewaktu aku kelas 6, kelas ku hanya berisi 12 orang mereka terdiri dari aku, Icha, Devina, Inge, Belinda, Bianda, Aisya, Santi, Baron, Nandhi, Iman, dan Pulung. aku senang berada di kelas ini, teman-teman ku baik. mereka selalu care antar sesama, kompak, dan jahil. Icha teman ku di sd adalah cewek satu-satunya yang paling jahil, kalau di ingat-ingat jadi kangen sama mereka. tapi selain ke-12 orang ini ada teman-teman lain yang aku kenal seperti Rizal dan Doni (merekalah yang masi ku ingat).
PERPISAHAN KELAS 6
perlu di ingat moment ini yang membuat aku nangis sepuas-puasnya. perpisahan kelas 6 ini selalu di adakan BAKTI IBU setiap tahun untuk melepas murid-muridnya yang lulus dari kelas 6. ketika perpisahan kelas 6 kami, BAKTI IBU mengadakannya di PUNCAK selama 3 hari. hari pertama kelas 6 kami membuat ulah dengan cara memakai telefon hotel untuk ngisengin kamar-kamar hotel yang lain. ketika telfon itu tersambung ke kamar cowok sekelas kami, Icha yang selalu punya akal untuk iseng mulai beraksi. cowok-cowok di sebrang telfon itu mulai tertawa-tawa karna mereka melakukan sesuatu yang aneh. teman-teman cewek ku penasaran dengan teman-teman cowok, sebenarnya sedang apakah mereka? begitu lah pikiran teman-teman cewek ku. kemudian Icha si tukang usil mulai beraksi, Icha dan di bantu teman-teman cewek yang lain mereka mulai mengetuk-ngetuk pintu kamar orang lain dan bersembunyi. alhasil orang yang punya kamar keluar dengan terheran-heran, siapa sih ganggu aja! mungkin itu pikiran mereka. setelah orang yang punya kamar itu keluar, aku dan teman-teman tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut.
hari kedua, guru-guru mempersiapkan acara spesial yaitu JURIT MALAM. mendengar guru-guru akan mengadakan acara itu, aku semakin semangat. kata mereka JURIT MALAM itu asik baget, antara serem, takut dan seru jadi satu. wahh..aku uda gak sabar menunggunya. ketika subuh-subuh banget sekitar jam 3 pagi seluruh murid di bangunkan. akhirnya JURIT MALAM pun di mulai. guru-guru memimpin setiap kelas, kami menelusuri jalan yang benar-benar gelap banget! setiap barisan selalu bikin ribut karna mereka ketakutan atau gak bisa melihat jalan, termasuk kelas kami yang cewek. di sela-sela perjalanan itu terkadang guru-guru mulai menakut-nakuti muridnya. terkadang juga aku suka kaget melihat guru-guru ku itu, mereka benar-benar mirip hantu. hiiiiiiii.... takut!
hari ketiga adalah acara puncak. acara ini di isi oleh adik-adik kelas kami. saat tampil mereka lucu banget, apalagi yang masi TK banyak salahnya. hhe. acara paling puncak adalah semua murid kelas 6 akan naik ke atas panggung dan menyanyikan beberapa lagu perpisahan. ketika kami menyanyikan lagu guru dan bernada melow, serentak semua murid kelas 6 langsung bercucuran air mata. karna gak sanggup menahan, kami semua menangis tersedu-sedu beriringan dengan penonton dan guru. karna menangis kami gak bisa menyanyi lagi, akhirnya beberapa guru harus meneruskan nyanyian itu. setelah lagu itu kami nyanyikan, sekarang gilirannya bersalam-salaman dengan semua guru termasuk kepala sekolah. setiap murid kelas 6 mendapatkan buku kenangan-kenangan.
karna papaku di pindahkan tugas di Medan, aku harus pindah sekolah ke Medan juga. sepeninggalnya aku dari Jakarta dan memasuki rumah baru di Medan aku semakin sedih karna gak bisa bertemu dengan teman-teman ku di Jakarta lagi. dan aku hanya berharap akan mendapatkan teman yang lebih baik dari sebelumnya.

